Selasa, 09 Desember 2014

SEMINAR MOTIVASI DAN BIMBINGAN REMAJA MUI DUMAI SENTUH GENERASI MUDA DI SMKN 4 KECAMATAN SUNGAI SEMBILAN




Remaja adalah aset termahal yang dimiliki oleh suatu bangsa. Kualitas dan keberadaan remaja Muslim hari ini adalah gambaran masa depan ummat hari esok, maka segala bentuk kemunduran pada sisi kepribadian remaja dalam bentuk akhlak dan prilaku serta pola pikir dan wawasan keilmuan adalah sebuah potret buram dan kelam akan kehidupan Islam di masa depan. Krisis moral dan tingginya angka kehamilan luar nikah serta budaya cuek dan kurang pandai berterimakasih terutama kepada orangtua adalah sebuah kenyataan pahit dan realita mengigit yang ada di depan mata kita, yang tidak patut untuk kita abaikan begitu saja, karena orang yang tak peduli pada urusan ummat Islam bukanlah bagian dari mereka, sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah saw. 1435 tahun yang lalu. Berkaca dan membaca fenomena di atas, MUI Kota Dumai dengan segala kekurangan dan kelemahannya melaksanakan seminar motivasi bimbingan remaja putri di SMKN 4 Kec. Sungai Sembilan yang di ikuti oleh 72 orang siswi pilihan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang perpustakan dan ruang multi fungsi SMKN 4.
Lukman Syarif, MA. Sebagai pemateri utama menyampaikan pesan penting kepada para peserta bahwa sebuah seruan perubahan untuk hidup yang lebih baik tanpa keteladanan adalah sebuah kegagalan yang disengaja, jika seorang remaja Muslim gagal merencakan hidupnya dengan baik, maka sesungguhnya ia telah dengan sengaja merencanakan kegagalannya. Sesungguhnya rahasia kesuksesan Nabi Muhammad saw adalah keteladanan yang beliau tunjukkan kepada seluruh sahabatnya, yang kemudian meneladani rasulullah dengan sepenuh hati dan jiwa. Remaja Muslim hari ini adalah pemimpin hari esok yang mesti berusaha membentuk diri mereka menjadi pribadi yang baik, utuh dan figur pembawa harapan ummat dengan selalu berusaha untuk menyatukan, niat, kata-kata dan perbuatan mereka. Kita hidup hanya sekali maka hiduplah yang berarti, maka setiap masa yang berlalu sia-sia dalam hidup kita tak akan pernah kembali dan tak dapat ditukar ganti.
Lebih lanjut Lukman Syarif, menyatakan; Jika Manusia hidup, hewan juga hidup dan tumbuh-tumbuhan  juga hidup, patutlah setiap remaja Muslim bertanya pada diri mereka,  Apakah bedanya manusia dan hewan dalam kehidupan nyata secara makna, nilai dan hakikat? Manusia hidup untuk menabur jasa kepada seluruh makhluk terutama kepada ummat Islam dan agama, karena pisang pun tak ingin mati sebelum berjasa dengan buahnya walaupun berkali-kali ditebang oleh manusia. Anak sholeh patut belajar dari lalang, karena anak lalang yang runcing lebih melawan dari induknya, maka anak sholeh dan sholehah adalah anak yang dapat tampil dan tumbuh lebih baik dari kedua orangtuanya. Pada sesi kedua Melliana, ST. MM. yang tampil sebagai pemateri pembanding  menjelaskan dengan gamblang bahwa remaja Muslim mestilah tangguh menghadapi semua permaslahan hidup, karena tiada hidup tanpa masalah, sehingga lari dari masalah bukanlah penyelesaian masalah. Pohon durian yang tahan menghadapi ujian hama dan cuacalah yang dapat tumbuh lama dan memberikan hasil yang baik. Generasi Muslim yang menjadi generasi harapan ummat adalah generasi Muslim yang tangguh seperti parang, tahan bakar, pukul, sepuh untuk menjadi parang yang tajam dan kuat, lebih baik patah daripada tumpul. Lailaturrahmah, S.Ag. sebagai moderator pada acara ini memberikan kesempatan yang luas kepada pada peserta untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Pada penutup acara ini ketua MUI Dumai, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah SMKN 4 dan seluruh Majelis Guru yang telah bekerjasama dengan MUI Kota Dumai dalam membina generasi muda Islam terutama remaja putri.

Tidak ada komentar: