Selasa, 28 Agustus 2012

KETUA MUI DUMAI SERUKAN UMMAT BELA AGAMA

KETUA MUI DUMAI SERUKAN UMMAT BELA AGAMA
Islam adalah agama dan jalan hidup serta kebenaran hakiki yang bersifat absolut, yang menjadi warisan termahal yang kita warisi dari Nabi kita Muhammad saw. Islam menjadikan keberadaan manusia di bumi ini, menjadi berbeda dengan makhluk lainnya yang terkadang hanya hidup untuk misi-misi kecil dengan memenuhi tuntutan perut dan kemaluan belaka. Seorang Muslim mestilah berguna untuk ummat dan agamanya agar ia layak dan mengaku sebagai seseorang yang beriman dan beragama. Keimanan menuntut pembuktian nyata berupa amal sholeh yang berguna untuk, diri, keluarga, ummat dan agama. Jika seorang Muslim tak berguna untuk ummat dan agamanya maka ketiadaannya adalah lebih baik dari keberadaannya. Hidup dalam kacamata agama adalah akidah dan perjuangan, maka keimanan yang bersemayan di dada seorang Muslim akan menjadikan dirinya menjadi manusia yang kreatif, inovatif dan produktif dalam berbuat dan membela agamanya. Islam adalah agama kebenaran, yang menuntut perjuangan dan pengorbanan dari pemeluknya agar kebenaran Islam terjaga, terpelihara, dan selalu dibela serta menjadi agenda terpenting dalam hidup seorang hamba yang benar-benar menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya. Sesungguhnya kebenaran tanpa dukungan dan pembelaan akan terpinggir, terlupakan dan seakan-akan tak pernah ada. Demikian disampaikan oleh Ketua MUI Dumai pada khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Al-Falah Kabupaten Pontianak Propinsi Kalimantan Barat, atas undangan pemerintah daerah melalui pengurus yayasan Al-Falah.
Ketua MUI Dumai di hadapan ribuan jamaah solat id lebih lanjut mengingatkan ummat Islam bahwa keislaman seorang Muslim diukur dan dinilai dengan keberpihakan dan pembelaannya terhadap agama. Sesungguhnya pertanyaan malaikat di dalam kubur tidak akan menyentuh suku, warna kulit, KTP, Paspor ataupun warga Negara, tetapi apa yang sudah ia perbuat untuk ummat dan agamanya dengan segala nikmat harta dan kuasa serta kesehatan yang telah Allah berikan kepadanya sebagai amanah dan ujian. Adalah sangat naif dan memalukan bila seorang Muslim yang kaya harta tapi miskin sedekah dan infak dalam membela agama, Berkuasa tapi miskin keberpihakan kepada ummat dan agama. Sesungguhnya semua nikmat yang diberikan bila tak dapat menambah amal dan kebaikan pada amal seorang hamba, maka ia tak lebih dari fitnah dan laknat yang datang membawa musibah dan keburukan dunia akhirat. Siapa yang tidak berupaya dan berusaha memuliakan agamanya dengan memuliakan ummat dan ulama dengan segala daya dan upaya, maka tiadalah yang bertambah pada dirinya dengan pertambahan ilmu, harta, tahta dan nama kecuali pertambahan kehinaan, kerugian, kesengsaraan batin dan kesesatan hidup yang manusia sering tak menyadarinya, sehingga ajal menjemputnya.
Drs. Ria Norsan, Bupati Kabupaten Pontianak secara khusus mengundang Ketua MUI ke rumah dinas Bupati untuk bersilaturrahmi, yang diikuti dengan pertemuan khusus pada malam harinya untuk bertukar pikiran dan mendapatkan saran serta  nasehat dari Ketua MUI Dumai tentang upaya dan program pembangunan dan pengembangan masyarakat yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kab.Pontinak dari perspektif Islam. Lebih lanjut Bupati Kabupaten Pontianak meminta Ketua MUI Dumai untuk terus dapat membantu perkembangan dakwah Islamiyah dan bersedia untuk membantu mensukseskan perayaan hari-hari besar Islam sebagai bagian dari syia’ar Islam.

Tidak ada komentar: