Minggu, 27 Januari 2008

SAMBUT IDUL ADHA DENGAN KOMITMEN KEAGAMAAN

Idul Adha atau hari raya kurban adalah hari besar Islam yang dirayakan oleh ummat Islam seluruh dunia, sebagai sebuah ungkapan dan manifestasi nyata dari sebuah semangat keagamaan yang mendalam. Semangat keagaaman ini muncul dari sebuah keyakinan yang kuat dan kokoh bahwa nilai keimanan seorang hamba dinilai dari tahap ketaatannya dalam melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Kemampuan seorang hamba dalam melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar sangat ditentukan oleh tahap pengorbanan yang mampu dilakukan. Untuk melaksanakan kebajikan seseorang mesti mengorbankan sifat ego centris yang ia miliki, sehingga ia sanggup mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain untuk mencapai ridho Allah. Pada sisi lain, kemungkaran atau maksiat hanya dapat dilakukan apabila seseorang sanggup mengorbankan hawa nafsu dan keinginan sesaat yang ia miliki, demi kebaikan dunia dan akhirat yang lebih pasti.

Atas nama Ketua Forum kerukunan Ummat Beragama FKUB Kota Dumai, saya mengajak Ummat Islam untuk menyambut Idul Adha 1428 ini dengan semangat dan komitmen keagamaan dan khidmad masyarakat atau pelayanan sosial yang lebih baik. Tiada kesuksesan berarti yang dapat dicapai dalam kesendirian, karena kemampuan dan potensi individu dangat terbatas, serta bersifat inter-dependent atau saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Apalah artinya memiliki jika kita tak mampu memberi. Keimanan seorang mukmin dapat dianggap benar jika ia dapat merasakan bahwa memberi kepada sesama jauh lebih nikmat dari menerima. Dengan memberi kepada sesama, hidup kita akan lebih berarti dan bermakna, karena kebahagian hidup ada pada memberi bukan pada memiliki, walaupun sedikit yang mampu kita berikan.

Dalam kehidupan berbangsa kita mesti menyadari bahwa kemiskinan dan keterbelakangan serta keterbatasan akses masa depan masih menjadi warna dominan pada kehidupan bangsa kita. Kemiskinan menjadi potret nyata yang ada di sekeliling kita, ketikberdayaan juga menjadi pemandangan yang jelas di depan mata. Sesungguhnya mereka sangat jauh dari perubahan yang diharapkan tanpa adanya keperihatinan dan uluran tangan mereka yang lebih beruntung dan memiliki kelebihan. Idul Adha mengajak dan mengajarkan kita untuk berusaha secara maksimal untuk mengorbankan sifat bakhil, kikir dan tamak serta sifat-sifat mazmumah lainnya yang selalu mendorong seseorang untuk bersikap bakhil, tamak dan matrealistis. Menghapus air mata mereka yang berada dalam duka dan tidak berdaya adalah karateristik utama insan yang bertakwa, karena ia dapat merasakan kesedihan orang lain dan dapat pula bergembira atas kebahagian dan kesuksesan orang lain.

Dengan Idul Adha kita dituntut untuk membuang dan mengorbankan prilaku buruk kita, yang sering bangga dengan kekayaan kita walaupun berada di tengah masyarakat miskin yang tak berdaya, atau merasa hebat dengan kepintaran dan kepandaian padahal kita kita dikelilingi oleh mereka yang kurang berendidikan, bahkan terkadang kita sering merasa mulia dengan pangkat dan nama padahal kita berada di tengah-tengah masyarakat lemah yang tidak berdaya. Prilaku ini menjadikan bangsa kita yang besar ini menjadi manusia kerdil yang kurang berarti.

Tidak ada komentar: